Memaksimalkan Asosiasi Profesi untuk FFI yang Inklusif




Oleh: Adinda Zakiah
22 September 2017

Untuk memaksimalkan proses penilaian dan penyelenggaraan, Festival Film Indonesia (FFI) 2017 memberlakukan sistem baru. Ini merupakan salah satu agenda dari Badan Perfilman Indonesia (BPI) badan yang selama ini menyelenggarakan FFI untuk menjadikan FFI sebagai lembaga yang mandiri dan inklusif.

Niat menjadikan FFI sebagai lembaga yang mandiri dan inklusif dilakukan dengan melibatkan asosiasi profesi, penyelenggara festival di daerah, dan komunitas perfilman Indonesia. "Saya melibatkan unsur-unsur untuk menjadi kepanitian. Jadi ingin melibatkan begitu banyak unsur-unsur," ungkap Leni Lolang, Ketua Bidang Festival Dalam Negeri dan Penghargaan BPI sekaligus Ketua FFI 2017.

Pelibatan asosiasi profesi perfilman dilakukan dalam proses penjurian FFI 2017. Berbeda dengan tahun sebelumnya, asosiasi profesi tidak hanya mengusulkan daftar 10 film terbaik, tetapi juga mengeluarkan daftar nominasi.

Penjurian film bioskop sudah dilakukan oleh masing-masing asosiasi profesi. Sementara itu, film pendek fiksi diseleksi melalui komunitas Boemboe Forum dan Cinema Lovers Community (CLC), sedangkan film dokumenter melalui In-Docs dan Forum Film Dokumenter (FFD).

Skema, detail, dan mekanisme penilaian akan diberikan kepada unsur-unsur tersebut, sedangkan BPI hanya meberikan panduan saja. "Itu upaya kami untuk memperkuat mereka (asosiasi profesi), bahwa mereka akan kembali berkumpul. Mereka akan memikirkan bagaimana support terhadap FFI. Jadi kekuatan-kekuatan lembaga itu terasa," ujar Leni Lolang.

Transisi sistem baru pun tak luput dari kekurangan. "Mungkin ada keluahan dari asosiasi, seperti tidak dapat memilih film karena belum menonton filmnya," ungkap Leni Lolang. Untuk meminimalkan keluhan ini, pada Januari 2018, FFI akan bertemu dengan asosiasi profesi untuk memulai penilaian sepanjang tahun guna FFI 2018.

Ke depannya, sistem ini diharapkan menjadi wadah yang mendorong penguatan FFI untuk memiliki sistem penyelenggaraan yang konsisten dan inklusif setiap tahun, serta dapat menjadi tolak ukur bagi peningkatan kualitas film yang diproduksi pada tahun selanjutnya.

Kabar Terkait

Card image cap

Bakal Menjadi Lembaga Mandiri, FFI 2017 Masih Butuh Dukungan Pemerintah

Festival Film Indonesia (FFI) 2017 memiliki sistem kerja lembaga yang berbeda.

Selengkapnya
Card image cap

Tidak Adanya Komite Seleksi dalam Penjurian FFI 2017

Penjurian dengan sistem komite seleksi telah lama menjadi mode penjurian yang begitu melekat sepanjang sejarah Festival Film Indonesia (FFI).

Selengkapnya
Card image cap

Gagasan dalam film jadi penilaian utama juri FFI 2017

(Beritagar) Ada yang berbeda dalam Festival Film Indonesia tahun ini.

Selengkapnya

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: Module 'memcached' already loaded

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: