Ketua FFI 2017: Tantangan FFI Tahun Ini dan ke Depan




Leni Lolang

Oleh: Julita Pratiwi
1 Oktober 2017

Festival Film Indonesia (FFI) telah lama dielu-elukan sebagai ajang penghargaan tertinggi dalam perfilman Indonesia. Dari mulai penyelenggaraan pada 1955, 1960, 1967, periode 1970-an  hingga sekarang, FFI selalu dipandang sebagai festival yang mewah dan eksklusif. Gedung, karpet merah, gaun, setelan jas merupakan gambaran yang begitu melekat dalam FFI, bak festival film di luar. Hingga  muncul sebuah pandangan hanya masyarakat film tertentu yang dapat merasakannya. Hal tersebut menjadi sebuah tantangan sendiri bagi panitia FFI untuk ke depannya

Anggapan-anggapan tersebut memang sudah disadari lama oleh Ketua FFI 2017 Leni Lolang. Sebagai sebuah tantangan untuk ke depannya, ia berupaya agar FFI tidak melulu dipandang dengan cara tersebut. “Ada upaya untuk membongkar pandangan sebelumnya. Kayanya enggak seluruh orang film merasakan FFI. Itu enggak hanya sekali atau dua kali, kita mencoba membongkar itu. Bahwa FFI sekarang milik orang film dan masyarakat. Bahwa sekarang ini kita melibatkan banyak masyarakat,” ungkapnya.

Terkait dengan upaya membongkar pandangan tersebut, terdapat sejumlah strategi yang dilakukan oleh panitia FFI untuk penyelenggaraan tahun ini. Pertama, melibatkan segala unsur yang berperan langsung dalam ekosistem perfilman, mulai dari asosiasi profesi film dan komunitas film di daerah. Kedua, penyiaran tidak hanya dilakukan di stasiun TV swasta semata, namun melibatkan stasiun TVRI sebagai televisi nasional. Strategi ini dilakukan untuk menjangkau seluruh daerah di Indonesia. Dua hal tersebut merupakan bagian kecil yang diharapkan panitia dapat dieksekusi pada penyelenggaraan FFI tahun ini. Harapan untuk ke depannya, cara ini dapat  diberlakukan lagi pada FFI tahun-tahun berikutnya apabila berhasil dalam pelaksanaannya. 

Leni, yang juga menjabat Ketua BPI Bidang Festival Dalam Negeri, berencana untuk membuat kalender festival film agar pemetaan festival lebih terarah dan jelas untuk ke depannya. "Ini akan ada sinergi semuanya. Sinergi dalam jadwal, sinergi dalam pelaksanaan," kata Leni.

Kabar Terkait

Card image cap

Kontroversi Film Posesif di FFI 2017 dan Status Sensor

Posesif, film perdana produksi Palari Films, mengukir riwayat yang cukup baik bahkan sebelum dirilis di jaringan bioskop besar pada akhir Oktober mendatang.

Selengkapnya
Card image cap

Memaksimalkan Asosiasi Profesi untuk FFI yang Inklusif

Untuk memaksimalkan proses penilaian dan penyelenggaraan, Festival Film Indonesia (FFI) 2017 memberlakukan sistem baru.

Selengkapnya
Card image cap

Keterlibatan Komunitas dan Independen di FFI 2017

Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2017 merancang sebuah sistem baru yang melibatkann unsur-unsur perfilman.

Selengkapnya

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: Module 'memcached' already loaded

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: