Sistem Penjurian FFI 2017 Melibatkan Asosiasi




Wregas Bhanutedja menerima penghargaan film pendek di FFI 2016

Oleh: Yulaika Ramadhani
1 Oktober 2017

Festival Film Indonesia (FFI) 2017 memiliki sistem kerja yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya. Penyelenggaraan FFI 2017 akan lebih banyak melibatkan asosiasi profesi dan komunitas film, termasuk pada sistem penjurian.

Ketua Bidang Penjurian FFI 2017 Riri Riza menyatakan bahwa untuk memperkuat semangat kelembagaan, juri FFI 2017 direkomendasi oleh pihak asosiasi. Ketentuannya adalah setiap asosiasi diberikan jumlah kuota wakil dari setiap asosiasi, kemudian mengajukan juri masing-masing. Riri menjelaskan bahwa Badan Perfilman Indonesia yang berwenang untuk menentukan asosiasi mana saja yang berhak untuk mengirimkan perwakilannya sebagai rekomendator dan juri.

"Total 75 orang yang ikut voting dari berbagai asosiasi profesi dan menilai 22 kategori dari nominator," ungkap Riri tentang penjurian. Ia melanjutkan bahwa 10% dari 75 orang juri di tahun 2017 ini merupakan juri mandiri yang datang dari kritikus, akademisi, serta orang-orang yang berkecimpung di media dan film.

Terkait batasan etik pemilihan rekomendator dan juri, Riri menjelaskan melalui contoh kejadian dalam asosiasinya Indonesian Film Directors Club (IFDC). "Bisa jadi juri kalau ada kriteria pernah jadi nominator, lebih baik lagi kalau pernah menang Piala Citra, dan kebetulan filmnya tidak ada di tahun ini. Jadi kalau mau jadi juri, berarti harus kebetulan tidak punya film. Kalau punya film bias nanti," jelas Riri.

Selain itu, Riri juga menyebutkan bahwa perlu keragaman dalam pemilihan anggota yang menjadi rekomendator. Dalam asosiasinya, para rekomendator terdiri dari beragam latar. "Ada yang biasa kerja dengan studio. Kerja dengan big studio seperti MD, Multivision, Starvision. Ada juga wakil independen yang kerja sendiri dengan biaya rendah, dan seterusnya. Jadi film-film yang direkomendasi cukup beragam," lanjut Riri.

Kabar Terkait

Card image cap

Transisi FFI Jadi Lembaga Mandiri, BPI Masih Jadi Penyelenggara Utama FFI 2017

Festival Film Indonesia (FFI) 2017 hadir dengan melibatkan unsur-unsur perfilman seperti asosiasi profesi, penyelenggara festival di daerah, dan komunitas perfilman ke dalam kepanitiaan.

Selengkapnya
Card image cap

Malam Penganugrahan FFI: Memasyarakatkan Film ke Daerah

Kota Manado telah dipilih sebagai penyelenggara malam penganugrahan FFI 2017.

Selengkapnya
Card image cap

Visi Penjurian FFI 2017: Legitimasi sebagai Pencapaian Tertinggi Film Indonesia

Sebagai ajang penganugerahan insan film paling legendaris di Indonesia, Festival Film Indonesia (FFI) 2017 berupaya memperkuat legitimasi sebagai pencapaian tertinggi film Indonesia.

Selengkapnya