Kontroversi Film Posesif di FFI 2017 dan Status Sensor




Suasana malam nominasi FFI 2017

Oleh: Purba Wirastama untuk Metrotvnews
16 Oktober 2017

Posesif, film perdana produksi Palari Films, mengukir riwayat yang cukup baik bahkan sebelum dirilis di jaringan bioskop besar pada akhir Oktober mendatang.

Film ini diunggulkan di 10 dari 18 kategori nominasi Festival Film Indonesia 2017, khusus untuk film cerita panjang, termasuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.

Namun, pemilihan film ini memicu pertanyaan dan gugatan dari sejumlah kalangan. Pertanyaan utama adalah mengapa film bisa masuk nominasi padahal belum diputar di bioskop. Padahal, salah satu aturan FFI 2017 menyebutkan bahwa film unggulan adalah film yang telah dirilis ke publik dalam kurun waktu 1 Oktober 2016 hingga 30 September 2017.

Tahun ini FFI memang punya aturan baru soal status rilis film cerita panjang yang akan dinilai. Film tidak harus diputar di jaringan bioskop besar. Aturan juga tidak menyebut secara spesifik soal Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dari Lembaga Sensor Film (LSF).

"Tahun ini tidak ada lagi sistem daftar-daftar. Tahun ini kita hanya membuat kompilasi sebaik mungkin dari film yang dirilis sejak 1 Oktober (2016) hingga 30 September (2017). Yang ada di dalam situ, asal sudah diputar di ruang publik semua, bisa direkomendasikan oleh asosiasi," kata ketua bidang penjurian Riri Riza, dikutip dari laman resmi FFI 2017.

Sementara, film Posesif telah diputar di sedikitnya tiga tempat pemutaran khusus di Jakarta dan Tangerang pada September 2017, yaitu Kineforum, Kinosaurus, dan Cine Space. Tempat semacam ini punya ragam julukan, sebut saja bioskop alternatif, atau tempat pemutaran non komersil, atau bioskop mikro jika menurut pihak penyelenggara pemutaran film Posesif.

Dengan aturan fleksibel ini, tak ada masalah. Posesif garapan sutradara Edwin dinilai memenuhi syarat untuk diunggulkan di FFI 2017.

Aturan Baru

Sebagian aturan FFI 2017 memang baru, terutama untuk jenis film fiksi atau cerita panjang. Sedikitnya ada dua aturan penting baru.

Pertama, film yang dapat dinominasikan tidak harus 'menjual karcis' atau tidak harus terlebih dulu diputar di bioskop. Asal sudah diputar secara berbayar kepada penonton yang sifatnya publik atau umum, film dapat diusulkan untuk masuk seleksi.

Tidak ada juga ketentuan spesifik, seperti status sensor dari LSF, atau film harus sudah tayang lebih dulu selama beberapa hari di bioskop. Aturan ini relatif lebih lunak dibanding ajang Academy Awards AS yang mengharuskan film diputar di bioskop komersial Los Angeles selama tujuh hari berturut-turut.

Kedua, tidak ada lagi sistem pendaftaran. Pemegang hak atas karya cipta film tidak perlu lagi mendaftarkan film untuk diikutkan dalam proses seleksi nominasi.

Kali ini, usulan nominasi datang dari sejumlah asosiasi profesi pelaku perfilman dan komunitas film, yang dinilai kredibel oleh panitia FFI. Panitia menerbitkan daftar film cerita panjang yang memungkinkan. Setiap organisasi lantas memilih film-film mana saja yang diunggulkan untuk kategori tertentu. Menurut Ketua FFI 2017 Leni Lolang, total ada 16 organisasi pengusul, yang terdiri dari 10 asosiasi profesi dan enam komunitas film.

Film Posesif adalah satu dari 21 film cerita panjang yang masuk nominasi. Selain itu, ada film seperti Kartini dan Pengabdi Setan  yang diunggulkan di 13 kategori. Lalu ada Night Bus, Cek Toko Sebelah, dan Sweet 20 yang juga unggul di banyak kategori.

Tidak Menyalahi Aturan

Dari 21 film ini, memang hanya Posesif yang dirilis di bioskop besar setelah September 2017, yaitu pada 26 Oktober. Film lain yang terakhir dirilis adalah Pengabdi Setan pada 28 September.

Menurut Riri selaku ketua panitia bidang penjurian FFI 2017, pemilihan Posesif tidak menyalahi aturan. Ditemui sejumlah wartawan setelah pengumuman nominasi FFI 2017 di kawasan Karet Kuningan Jakarta pada Kamis (5/10/2017) pekan lalu, Riri menjelaskan ihwal Posesif dan status tanggal rilis.

Baca selengkapnya

Kabar Terkait

Card image cap

Tantangan & Solusi Penjurian FFI 2017

Festival Film Indonesia (FFI) akan kembali digelar di tahun 2017 ini.

Selengkapnya
Card image cap

Sistem Penjurian FFI 2017 Melibatkan Asosiasi

Festival Film Indonesia (FFI) 2017 memiliki sistem kerja yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya.

Selengkapnya
Card image cap

Mulai 2017, FFI Buat Kepanitiaan Tetap dan Pedoman Penyelenggaraan Festival

Kepanitiaan tetap dan pedoman-pedoman seputar penyelenggaraan Festival Film Indonesia (FFI) sudah resmi dibuat dan berlaku selama 3 tahun.

Selengkapnya