Gagasan dalam film jadi penilaian utama juri FFI 2017




Indra Rosalia/Beritagar

Oleh: Indra Rosalia untuk Beritagar
26 Oktober 2017

(Beritagar) Ada yang berbeda dalam Festival Film Indonesia tahun ini. Diadakan di Manado pada 11 November mendatang, beberapa hal baru diperkenalkan, termasuk cara baru menentukan pemenang FFI.

Dalam acara konferensi pers yang bertempat di Auditorium 11 CGV, Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017), beberapa anggota dewan juri berbicara mengenai berbagai hal baru, serta gagasan dan pedoman yang menjadi akar FFI 2017.

"Dalam setiap FFI, pasti ada yang menonjol. Menjadi sebuah perhatian bagi juri bahwa sineas muda sungguh berusaha menjadi sineas yang bukan hanya mandiri, tapi punya kualitas dalam gagasan yang ingin disampaikan pada penontonnya," ujar HM Soleh Roeslani, juri yang berprofesi sebagai sinematografer dan mewakili Ikatan Karyawan Film dan Televisi (KFT).

Gagasan itu berarti film memiliki kejernihan gagasan dan relevan dengan situasi dan perkembangan zaman. Lalu, gagasan dihadirkan dengan kualitas teknik dan estetika yang tinggi. Kriteria ketiga adalah profesionalisme. Film yang bagus merefleksikan profesionalisme dan keterampilan pembuat film dalam mewujudkan gagasannya.

Mengapa gagasan sedemikian penting sehingga menjadi pedoman nomor satu bagi para juri?

Baca selanjutnya.

Kabar Terkait

Card image cap

Memaksimalkan Asosiasi Profesi untuk FFI yang Inklusif

Untuk memaksimalkan proses penilaian dan penyelenggaraan, Festival Film Indonesia (FFI) 2017 memberlakukan sistem baru.

Selengkapnya
Card image cap

Manado Jadi Lokasi Malam Puncak FFI 2017

Manado dipilih sebagai penyelenggara malam puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2017 pada 11 November 2017.

Selengkapnya
Card image cap

Sistem Penjurian FFI 2017 Melibatkan Asosiasi

Festival Film Indonesia (FFI) 2017 memiliki sistem kerja yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya.

Selengkapnya