Catatan Dewan Juri Akhir FFI 2021 - Film Dokumenter
13 Nov 2021

Catatan Dewan Juri Akhir FFI 2021 - Film Dokumenter

Pada tahun ini, jumlah peserta yang mendaftarkan filmnya pada Festival Film Indonesia 2021 melampaui ekspektasi juri, yaitu 97 judul film dokumenter pendek, dan 15 judul film dokumenter panjang. Nominasi yang terpilih juga memiliki kekuatan masing-masing dengan tema yang beragam. Ada beberapa film yang sama-sama sangat baik, baik tema maupun penyajiannya. Kami sebagai Dewan Juri sampai sangat sulit menentukan dan harus memutar berulang-ulang untuk menentukan film yang terbaik.

Dewan Juri memutuskan kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik dimenangkan oleh Invisible Hopes. Film ini dengan mengejutkan mampu membawa penonton ke dalam sebuah perjalanan yang unik, intim, dan tak terduga dari persoalan yang selama ini tak pernah terkuak secara masif dalam peta sinema dokumenter. Sutradara pun berhasil membangun perspektif untuk membawa isu perempuan dan anak di penjara, menjadi bahan perbincangan, dengan struktur dramaturgi yang multi, yang berhasil disuguhkan dengan sangat sabar, sehingga kisah yang disampaikan, sekalipun tersebar mampu disusun menjadi sebuah bangun kisah yang menawan. Sehingga tema, ide pembuatan film ini sangat menyentuh bagaimana penderitaan seorang wanita dalam penjara, melahirkan, membesarkan anaknya sampai umur 2 tahun di dalam penjara.

Hebatnya, sang sutradara mendapatkan izin untuk shooting di dalam penjara, dalam kurun waktu yang panjang. Meskipun dengan keterbatasan waktu dan tempat merekam kejadian dalam penjara, sutradara berhasil mengambil gambar penderitaan ibu-ibu dalam terali besi, tanpa ada rekayasa. Seperti yang kita ketahui bersama, untuk bisa shooting di dalam tahanan dan mendapatkan narasumber yang bersedia diikuti kehidupannya dari mulai di persidangan dan penjara, bukan hal yang mudah, sebuah a big blessing jika mendapatkanya. Film ini juga sangat jelas memotret negara yang setengah hati memberikan layanan kepada warga negaranya, terutama kepada anak-anak yang lahir di penjara. Banyak peristiwa peristiwa yang sangat kuat dan emosional terekam dalam film ini. 

Hanya saja film ini memiliki beberapa kelemahannya. Secara teknis, kualitas suara masih kurang baik, dikarenakan seringkali suara narasumber kalah keras dengan suara sekitar. Begitu pula dari sisi sinematografi juga masih kurang maksimal, seperti pada proses mengaburkan wajah narasumber atau para bayi. Walaupun masih ada catatan teknis, isu dan persoalan yang ada dalam film inilah yang menjadikannya sangat kuat.

Tidak kalah menariknya untuk pemenang kategori Film Dokumenter Pendek, Three Faces in The Land of Sharia. Film ini dengan keberanian sutradara mampu membawa isu minoritas masuk ke dalam spektrum opini dan percakapan yang lebih luas. Melihat Aceh dari kacamata orang Aceh, menjadi orisinalitas yang nampak dari film ini. Sehingga, penonton dibawa dalam sebuah ruang dialog yang lebih luas, tentang isu minoritas dan otoritas tubuh.

Sutradara mampu mendapat akses dan kepercayaan yang luar biasa dari narasumber yang selama ini selalu harus bersembunyi karena orientasi seksual mereka. Semua narasumber terlihat nyaman berbincang di depan kamera tentang hal yang sangat tabu di Aceh dan sutradara memberi mereka ruang untuk bersuara tanpa menghakimi mereka dan menyerahkan kepada penonton untuk berpikir dan berkomtemplasi. Walau berbentuk konvensional, tapi dengan model ekspositori film ini mampu membawa kita masuk ke sisi emosional manusia, dengan visual para penonton yang menyaksikan hukuman cambuk sambil memegang HP, mendokumentasikan proses hukuman cambuk dengan raut muka ceria. Begitu pula dengan para pejabat yang seolah berlagak seperti wali Tuhan di dunia dan penjaga pintu surga yang gemar ikut menghakimi seakan hidup mereka sendiri bersih dari dosa, terekam apik dalam film ini. Inilah dua film terbaik kategori Film Dokumenter Panjang dan kategori Film Dokumenter Pendek FFI 2021. Selamat kepada para pemenang!

 

 

Salam,

Dudit Widodo – Dwi Sujanti Nugraheni – Tonny Trimarsanto

Dewan Juri Akhir FFI 2021

Kategori Film Dokumenter

Bagikan: