Faozan Rizal

Faozan Rizal

Berawal dari kecintaan pada film experimental, ia mendalami teknik sinematografi di IKJ dan La Femis. Ia kemudian menggambar langsung pada pita seluloid yang terinspirasi dari Gotot Prakosa, salah satu pionir film eksperimental Indonesia, hingga lahir film-film pendek, antara lain, Light Poem dan Berita Hari Ini Tentang Dian Sastro. Ia juga melakukan eksperimentasi pada naratif, seperti film trilogi panjang pertamanya Yasujiro Journey (2004), Aries (2004), dan Fugu (2009), yang merupakan perjalanan dari 16mm ke 35mm dan digital. Pada awal 2000, ia  mulai aktif sebagai sinematografer film-film Hanung Bramantyo, dari Ayat-Ayat Cinta (2008) hingga Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018). Pada 2012, ia dipercaya menggarap film biografi Habibie dan Ainun yang merupakan film naratif pertamanya hingga kembali ke bentuk eksperimentasi naratif lewat film Abracadabra (2020).

Lihat Juri Lainnya