Film Indonesia Berjaya di Festival Film Internasional
19 Aug 2021

Film Indonesia Berjaya di Festival Film Internasional

Merdeka! Merdeka! Merdeka! Kabar gembira datang dari film-film Indonesia yang berjaya di festival film internasional dan membawa pulang kado istimewa untuk HUT Republik Indonesia ke-76. Kabar gembira ini membuktikan bahwa pandemi tidak melunturkan semangat para sineas Indonesia untuk membuat karya terbaik dan mencatatkan namanya di dunia Internasional. Kabar gembira ini juga menjadi penyemangat bagi para sineas Tanah Air untuk terus produktif dan kreatif di masa yang sulit dan serba terbatas ini.

Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas berhasil meraih penghargaan Golden Leopard, hadiah utama program kompetisi internasional (Concorso Internazionale) di Festival Film Internasional Locarno. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas juga mancatat sejarah sebagai film Indonesia pertama yang memenangkan Golden Leopard.  Film yang disutradarai Edwin dan diproduksi Palari Films ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Eka Kurniawan.

Serupa dengan film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, film Dear to Me karya Monica Vanesa Tedja yang ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Locarno mendapat Special Mention pada program Open Doors: Shorts. Film ini juga sebelumnya telah mendapat penghargaan pertamanya di ajang First Step Award 2021 sebagai Best Short and Animated Film.

Tidak hanya di Festival Film Internasional Locarno, film-film Indonesia juga turut mewarnai festival film internasional lainnya. Salah satunya adalah film Yuni karya sutradara Kamila Andini dan diproduksi oleh Fourcolours Films akan tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto dan berkompetisi di program Platform bersama tujuh film terpilih dari negara-negara lainnya.

Film Srikandi karya sutradara dan penulis  Andrea Nirmala Widjajanto juga akan tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto. Film ini terpilih sebagai salah satu dari 38 film pendek yang berkompetisi di program Short Cuts, dan akan diputar di seluruh Kanada sebagai bagian dari komponen digital edisi hybrid TIFF. Andrea Nirmala Widjajanto yang berusia 21 tahun juga menjadi sutradara Indonesia termuda yang berkompetisi di festival film tersebut.

Selain itu, kabar gembira juga datang dari beberapa proyek seperti film Before, Now & Then karya sutradara Kamila Andini dan Tale of the Land karya sutradara LoeLoe Hendra yang berhasil lolos seleksi Asian Project Market 2021 (APM) dan film Our Son karya sutradara Luhki Herwanayogi yang berhasil mendapat pendanaan dari Locarno Open Doors Hub 2021. Selamat!

Sederet kabar baik dari perfilman tersebut membuat semangat perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-76 kali ini semakin istimewa.

Bagikan: